Dakwah Di Dunia Maya

infotech24Internet tidaklah melulu berisi sampah dan keisengan. Ada ruang positif untuk masyarakat dunia. Selain mengeratkan  persahabatan, juga kesempatan dakwah terbuka lebar.

Zaman sekarang adalah Zaman informasi,  Setelah manusia mengalami revolusi industri, kini kita sedang menjalankan revolusi informasi. Menurut seorang pakar komunikasi, Dissayanake, revolusi komunikasi adalah peledakan teknologi komunikasi dengan meningkatnya pemakaian satelit, mikro-prosesor, komputer, dan pelayanan radio bertahap tinggi. Penggunaan barang-barang canggih itu ada di mana-mana.

Berkat kecanggihan teknologi pengiriman informasi jadi amat terlalu berkepentingan.  Dulu, berkirim kabar terbatas melaluai tabuhan beduk, kepulan asap ala orang Indian, kirim surat ala Poni Express, sampai telegraf. Sekarang?  Cukup memencet keyboard komputer atau ponsel, kita sudah bisa ber-say hello pada kawan di tempat terjauh sekali pun.

Salah satu fasilitas yang bikin pencarian informasi jadi terkenal adalah internet, dunia maya atau cyberspace. Istilah cyberspace pertamakali dipopulerkan seorang novelis Amrik, William Gibson lewat novel fiksi-ilmiahnya pada tahun 1984, Neuromancer. Gibson menyatakan kalau cyberspace itu adalah sebuah tempat yang “tak terbayang kompleksnya”.

Dengan internet, komputer di rumah atau di cybercefa boleh berhubung ke jutaan komputer lain di serata dunia secara online. Berkat software browser, kamu juga boleh menjejaki jutaan informasi di dunia maya itu. Mau informasi yang bernilai pahala sampai yang berdosa ada, komplit terletak kemana mahu kita.

Perang informasi

“Knowledge is power!” kata orang. Berkat pengetahuan orang biasa bikin mesin industri, boleh mengeksplorasi perut bumi, menjelajah angkasa, dan membikini senjata. Sekarang, “Information is power!”. Yup, siapa yang memegang informasi, dia bakal menguasai dunia. Tidak main-main.

Bukankah pikiran manusia tergantung informasi? Orang boleh benci pada Taliban, al-Qaeda, Osamah Bin Laden, Negara Islam, karena informasi yang mereka terima. Dunia boleh berdiri di belakang Amerika untuk mengajar Irak karena informasi yang disebarkan Paman Sam.

Medan perang informasi ini adalah media massa; cetak maupun elektronik. Apa yang kamu lihat dan kamu baca, seringkali tidak seperti adanya. Ada ‘kosmetik’ yang dipasang para redaktur media untuk menampakan ‘cantik’ sebuah berita, atau justru boleh realita tambah ‘angker’.

Sebagai contoh, AS pernah buat cerita bohong soal pembebasan seorang tentara wanita (GI Jane) yang bernama Lindsay Jhonson dari pasukan Irak. Diceritakan kalau prajurit ini mengalami penyiksaan dan pelecehan seksual, dan untuk membebaskannya pasukan AS benar, dan menghalalkan beperang dengan tentara Irak. Kenyataannya, Lindsay justru dirawat baik-baik oleh dokter-dokter Irak, dan diserahkan oleh mereka kepada pasukan AS. What a lie, Sam!

Internet juga menjadi medan tempur baru. Apalagi dengan jumlah pengunjungnya yang bisa mencapai jutaan orang, internet jadi sarana yang terbilang efektif untuk menebarkan perang opini. Di sini, beragam orang dan kelompok, menyebarkan macam-macam propaganda buat jutaan pengun Internet.

Pornografi – mulai dari yang normal sampai tidak normal –, gosip artis, sampai tips untuk bunuh diri juga ada. Bahkan atika keagamaan seperti Gerbang Surga (Heaven’s Gate) juga buka warung di dunia maya. Belum lagi gosip-gosip yang panas sering beredar di sini. Itu sebabnya, dulu, orang menganggap internet adalah pelempar informasi sampah, saking banyaknya berita bohong yang bersliweran.

Ajang Dakwah

Nah, Tidak semua penghuni dunia maya itu buruk, bro! Alhamdulillah kini semakin banyak aje para aktivis dakwah yang memanfaatkan internet sebagai sarana dakwah. Sejumlah situs-situs Islam juga bertebaran dengan tampilan yang bolg mahupun laman Web yang menarik minat penguna Internet.

Berbagai informasi boleh  kamu buka di bolg mahupun Web  Islam. Ada blog mahupun web Islam yang mengkhususkan diri membahas masalah-masalah politik, ada juga situs berita, konsultasi rumah tangga, dsb. Beberapa blog mahupun web Islam Islam juga tampil dalam bentuk globel.

Ajung dakwah di dunia maya ini tampil dalam beragam bahasa, tergantung latar belakang pengelolanya. Ada yang memakai bahasa Inggris, Arab, bahkan Urdu. Tapi buat kamu yang belum trampil cas-cis-cus berbahasa asing, jangan khawatir karena situs yang menampilkan bahasa Malysia dan Indonesia juga ada beberapa biji.

Dakwah di internet ini tidak cuma ada pada halaman berbentuk situs atau web, ada juga beberapa kelompok diskusi atau yang lazim disebut forum. Misalnya, milis Sobat Muda yang dipegang Mas O. Solihin and the gang bisa jadi perantaran dakwah buat para penghuninya.

Ada juga yang serius macam ISNET yang dikelola beberapa ustadz asal Malaysia dan Indonesia yang lagi kuliah di IISTAC Malaysia. Ini milis bisa jadi ajang untuk membedah kesesatan pemikiran orientalis yang juga sedang marak di tanah air.

Masih kurang? ruangan chatting jangan cuma dipakai hahahihi, pake juga dong untuk berdakwah. Lewat chatting yang interaktif dan spontan, kamu bisa memanfaatkannya untuk mempengaruhi pikiran orang supaya tunduk pada Islam.

Nah, jangan dulu berpikiran negatif tentang internet. Ia cuma alat, sama seperti tv mahupun Astro. Isinya tergantung pada kita sendiri.

Di tengah pertempuran dunia hari ini dan propaganda antara Islam dan kekufuran, kita bisa memanfaatkannya untuk tujuaan  dakwah, membela dan meninggikan Islam.

Buat kamu yang punya kemampuan mendesain web, kenapa nggak coba untuk bikin situs Islam yang ok. Itu amat bermanfaat sekaligus ruangan berkreativitas.

Buat yang sekadar cuma chatting, ya manfaatnya juga untuk dakwah. Setidaknya  kamu boleh bikin adia untuk bertukar pendapat dan makin paham tentang Islam.

Oke, selamat berdakwah di dunia gaib, eh maya. [januar]

Tinggalkan jawapan

Anda mesti log masuk terlebih dahulu untuk mengirim komen.