Laura Pistorious adalah seorang wanita kulit putih Afrika Selatan yang dulunya mengelola sebuah pub koktail di kota pantai Camps Bay di Cape Town.
“Saya terbiasa mengkonsumsi obat terlarang dan saat itu saya merasa sedang berada dalam kenikmatan hidup yang paling tinggi,” kata Laura.
Baginya, kebahagiaan didefinisikan dengan mengenakan pakaian dari desainer ternama, mengonsumsi obat-obatan terlarang dan berpesta sepanjang waktu.
Tapi pada saat yang sama, Laura selalu merasa ada sesuatu yang tidak benar dan merasa ada sesuatu yang terbakar di dalam dirinya.
Meskipun dibesarkan di keluarga Katolik yang kuat, dia bahkan berhenti percaya pada Tuhan karena gaya hidup yang tinggi dan ketergantungan obatnya.
“Saya telah mencapai suatu titik di mana saya tidak lagi percaya pada Tuhan.”
Kehidupan Laura mendadak berubah setelah ia bertemu dengan seorang temannya yang muslim.
“Setelah mendengarkan teman saya malam itu, saya banyak menangis dan berdoa.” Read the rest of this entry »