RSS

Category Archives: KHUTBAH PILIHAN

Khutbah Eidil Adha 2013

Khutbah1 Adha -2013

Khutbah2 Adha -2013

 

 

 
Tinggalkan komen

Posted by di 14 Oktober 2013 in KHUTBAH PILIHAN

 

Khutbah Aidil Adha Pilihan

 

 

 
Tinggalkan komen

Posted by di 12 Oktober 2013 in FIQAH ISLAM, KHUTBAH PILIHAN

 

Khutbah EidulAdha 1431H – DUP Pahang

Khutbah Idul Adha 1431 – Tg. Hj Hadi

Khutbah Idul Adha 1431 – Penerangan DUP Pahang

 

 
Tinggalkan komen

Posted by di 16 November 2010 in KHUTBAH PILIHAN

 

Teks Khutbah EidulAdha 1431

Kepada muslimin dan muslimat, mudah-mudahan diberkati dan dirahmati Allah SWT.

Teks-teks khutbah tersebut boleh dimuat turun di bawah ini:-

1) Teks khutbah dari Dewan Ulamak PAS Pusat

2) Teks khutbah dari Dewan Ulamak PAS Negeri Terengganu

3) Teks Khutbah Idul Adha Dewan Ulamak PAS Negeri Pahang

 

Sekian dari kami, salam Eidul Adha dan selamat berkorban.

 
Tinggalkan komen

Posted by di 15 November 2010 in KHUTBAH PILIHAN

 

Khutbah Eidil Fitri 1431 DUP Pahang

Assalamaualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kepada muslimin dan muslimat, mudah-mudahan diberkati dan dirahmati Allah SWT.

Pihak Lajnah Penerangan Dewan Ulamak PAS  Negeri Pahang  dengan kerjasma DUPNT dan  DUPNK,  berbesar hati menyediakan teks khutbah  untuk hari raya yang bakal menjelang.

Teks-teks khutbah (format *.pdf) tersebut boleh dimuat turun di bawah ini:-

Khutbah Eidil Fitri 1431H DUP Negeri Pahang

Khutbah Eidil Fitri 1431H DUP Negeri Terengganu

Khutbah Eidil Fitri 1431H_DUP Negeri Kelantan

Selamat Hariraya dari kami warga DUP Pas Negeri Pahang.

 
1 Komen

Posted by di 7 September 2010 in KHUTBAH PILIHAN

 

KHUTBAH EIDIL FITRI 2009

Khutbah Raya 1430 DUP Pahang

 
Tinggalkan komen

Posted by di 15 September 2009 in KHUTBAH PILIHAN

 

Teks Khutbah Eiduladha 1429

Teks Khutbah Eiduladha 1429 PDF

Image

Assalamaualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kepada muslimin dan muslimat, mudah-mudahan diberkati dan dirahmati Allah SWT.

Pihak Lajnah Penerbitan, Dewan Ulamak PAS Pusat (DUPP) berbesar hati menyediakan teks khutbah untuk tujuan hari raya yang bakal menjelang.

Teks-teks khutbah tersebut boleh dimuat turun di bawah ini:-

1) Teks khutbah dari Dewan Ulamak PAS Negeri Kelantan (klik kanan & tekan Save Target As… )

2) Teks khutbah dari Dewan Ulamak PAS Negeri Terengganu (klik kanan & tekan Save Target As… )

Image

Perhatian supaya dapat dibaca lebih awal agar dapat disesuaikan dengan keadaan setempat masing-masing. Diharapkan dengan penyediaan teks khutbah tersebut dapat membantu dakwah kepada menegakkan Islam di tanah air Malaysia dan lain-lain.

Marilah sama-sama kita berdoa agar segala amal ibadah lebih-lebih lagi di bulan Thadhiyah 1429 diterima oleh Allah SWT dengan pahala yang bahirah.

Kita juga berdoa agar seluruh hujjaj mendapat haji yang mabrur.

Image

Sekian dari kami, salam Eidul Adha dan selamat berkorban.

 
Tinggalkan komen

Posted by di 7 Disember 2008 in KHUTBAH PILIHAN

 

KHUTBAH – Pelajaran dari Nabi Ibrahim untuk Hidup dalam Kebenaran

Pelajaran dari Nabi Ibrahim untuk Hidup dalam Kebenaran

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.
Jamaah Shalat Idul Adha Yang Dimuliakan Allah.

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt yang telah memberikan kenikmatan kepada kita dalam jumlah yang begitu banyak sehingga kita bisa hadir pada pagi ini dalam pelaksanaan shalat Idul Adha. Kehadiran kita pagi ini bersamaan dengan kehadiran sekitar tiga sampai empat juta jamaah haji dari seluruh dunia yang sedang menyelesaikan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Semua ini karena nikmat terbesar yang diberikan Allah swt kepada kita, yakni nikmat iman dan Islam.

Shalawat dan salah semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad saw, beserta keluarga, sahabat dan para pengikuti setia serta para penerus dakwahnya hingga hari kiamat nanti.

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.
Kaum Muslimin Yang Berbahagia.

Hari ini kita kenang kembali manusia agung yang diutus oleh Allah swt untuk menjadi Nabi dan Rasul, yakni Nabi Ibrahim as beserta keluarganya; Ismail as dan Siti Hajar. Keagungan pribadinya membuat kita bahkan Nabi Muhammad saw harus mampu mengambil pelajaran dan keteladanan darinya, Allah swt berfirman:

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِى اِبْرَاهِيْمَ وَالَّذِيْنَ مَعَهُ

Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia (QS Al Mumtahanah [60]:4).

Dalam kehidupan Nabi Ibrahim as, Nabi Muhammad saw dan para Nabi lainnya, paling tidak ada tiga hal yang harus kita teladani dari sekian banyak hal yang harus kita contoh. Pertama adalah komitmen yang begitu kuat kepada Allah swt yang kemudian melahirkan ketaatan. Ketika Nabi Ibrahim as diperintah Allah swt untuk menempatkan isterinya Siti Hajar dan anaknya Ismail ke Bakkah (Makkah), meskipun sangat berat harus berpisah dan menempatkannya di daerah yang belum ada kehidupan, tapi Nabi Ibrahim melaksanakannya. Begitu pula dengan perintah menyembelih Ismail yang lebih berat lagi, tapi itupun dilaksanakannya karena komitmen yang begitu kuat kepada Allah swt, bahkan Ismail as menunjukkan komitmen ketaatan yang sangat kuat seperti yang tercermin dalam firman Allah swt:

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama$ Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.(QS Ash Shaffat [37]:102).

Oleh karena itu, mengambil pelajaran dari kehidupan Nabi Ibrahim as dan keluarganya, setiap kita sangat dituntut untuk mau mentaati segala ketentuan yang datang dari Allah swt, suka atau tidak suka, berat atau tingan sebagaimana firman-Nya:

Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah$ dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan Kami patuh”. dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung (QS An Nur [24]:51).

Komitmen yang kuat ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim as sejak masih muda sampai tua, bahkan sampai mati. Ini bisa kita ambil simpulkan dari kisah tentang menghancurkan berhala yang dilakukan Ibrahim saat ia masih muda belia dan bandingkan dengan pelaksanaan perintah menyembelih Ismail yang sudah tua. Kenyataan menunjukkan banyak orang tidak baik pada usia muda dan baru baik pada usia tua, ini cukup baik, ada pula yang sejak muda sampai tua dalam keadaan tidak baik, ini buruk dan yang sangat tragis adalah saat muda ia baik, memiliki idealisme yang kuat namun saat tua ia justeru melepaskan nilai-nilai idealisme yang dulu diperjuangkannya, apalagi hanya dengan alasan mencari simpati dan dukungan banyak orang dan ia tidak peduli dengan murka Allah swt.

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.
Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah swt.

Kedua, pelajaran yang kita ambil dari kehidupan Nabi Ibrahim dan keluarganya adalah tidak kompromi kepada syaitan dengan segala nilai-nilai kebatilan yang dihembuskan dan diajarkannya. Karena itu godaan syaitan harus dihalau dan tidak dituruti, bahkan syaitan harus kita jadikan sebagai musuh abadi yang selalu diwaspadai setiap saat dan tempat, karena itu dalam ibadah haji ada kewajiban melontar yang melambangkan permusuhan kepada syaitan, Allah swt berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan$ janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS Al Bacará [2]:208).

Disamping itu, seruan Allah swt untuk memperlakukan syaitan sebagai musuh tidak hanya ditujukan kepada orang-orang yang beriman, tapi juga kepada seluruh umat manusia, karena ada kebutuhan-kebutuhan manusia yang harus dipenuhinya dan itu tidak boleh menghalalkan segala cara dalam upaya mencapainya, Hal ini karena, meskipun manusia tidak beriman kepada Allah swt atau tidak menjadi muslim, dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya, tetap saja mereka yang tidak beriman kepada Allah-pun tidak membenarkan upaya yang menghalalkan segala cara, Allah swt berfirman:

Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi,$ dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu (QS Al Baqarah [2]:168).

Keharusan manusia menjadikan syaitan sebagai musuh juga karena dalam kehidupan bersama, manusia sangat mendambakan kedamaian hidup, sedangkan syaitan selalu menanamkan perselisihan, permusuhan ke dalam jiwa manusia hingga akhirnya terjadi peperangan; tidak hanya dengan kata-kata tapi juga perang secara fisik dengan korban harta dan jiwa yang sedemikian banyak serta membawa dampak kejiwaan yang negatif, dan ini sebenarnya tidak dikehendaki oleh manusia, Allah swt berfirman:

Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan diantara mereka. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi manusia (QS Al Isra [17]:53).

Oleh karena itu, dalam situasi dan kondisi sesulit apapun, hal itu tidak boleh membuat kita menjadikannya sebagai alasan untuk menghalalkan segala cara, sedangkan bagi yang mengalami kesenangan hidup tidak akan sampai lupa diri, susah dihadapi dengan kesabaran dan senang dijalani dengan rasa syukur kepada Allah swt, inilah yang membuat seorang mukmin menjadi pribadi yang mengagumkan, Rasulullah saw bersabda:

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ اِنَّ اَمْرَهُ كُلَّهُ لَخَيْرٌ وَلَيْسَ ذَالِكَ ِلأَحَدٍ اِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ ِانْ اَصَبَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَاِنْ اَصَبَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Menakjubkan urusan orang beriman, sesungguhnya semua urusannya baik baginya dan tidak ada yang demikian itu bagi seseorang selain bagi seorang mukmin. Kalau ia memperoleh kesenangan ia bersyukur dan itu baik baginya. Kalau ia tertimpa kesusahan, ia sabar dan itu baik baginya (HR. Ahmad dan Muslim).

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.


Pelajaran dari Nabi Ibrahim yang Ketiga adalah kelangsungan penanaman dan penyebaran nilai-nilai Islam.
Pada diri Nabi Ibrahim as terdapat kekhawatiran yang sangat dalam bila tidak ada generasi baru yang akan melanjutkan keberlangsungan penanaman dan penyebaran nilai-nilai yang datang dari Allah swt., karena itu ia amat mendambakan adanya kehadiran anak, tidak semata-mata untuk melanjutkan keturunan apalagi sekadar mewariskan harta tapi yang terpenting adalah anak yang bisa melanjutkan misi perjuangan, karenanya ketika usianya semakin tua kekhawatiran itu semakin dalam yang membuatnya harus menikah lagi dengan Siti Hajar sehingga lahirlah anak yang diberi nama dengan Ismail, bahkan dari Siti Sarah yang merupakan isteri pertama yang sudah tua lahir pula anak yang diberi nama dengan Ishak, karenanya Nabi Ibrahim amat bersyukur atas karunia Allah swt sehingga dalam do’anya ia menyatakan:

Segala puji bagi Allah yang Telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha mendengar (memperkenankan) doa. Ya Tuhanku, jadikanlah Aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.(QS Ibrahim [14]:39-40)

Oleh karena itu, setiap kita punya keharusan untuk melaksanakan tugas-tugas dakwah, dakwah dalam arti yang luas yakni mengajak, menyeru dan memanggil manusia untuk beriman dan taat kepada Allah swt dengan berbagai cara yang baik. Tugas ini merupakan tugas yang penting dan mulia karena melanjutkan tugas para nabi, tugas yang amat dibutuhkan oleh manusia, karena orang baik membutuhkan dakwah apalagi orang yang belum baik. Namun untuk melaksanakannya amat dibutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, dana dan segala yang kita miliki. Oleh sebab itu, manakala kita melaksanakan tugas dakwah dan orang yang kita dakwahkan menjadi baik, maka pahala kebaikannya akan kita dapatkan juga, Rasulullah saw bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرِ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِفَاعِلِهِ.

Barangsiapa yang menunjukkan pada suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala orang yang mengerjakannya (HR. Ahmad, Muslim, Abu Daud dan Tirmudzi).

Dalam situasi dan kondisi kehidupan diri, keluarga dan masyarakat kita sekarang, nilai-nilai pelajaran yang begitu banyak dari para Nabi menjadi amat penting untuk kita gali dan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga perjalanan hidup kita selalu dalam kebaikan dan kebenaran. Akhirnya, marilah kita tutup khutbah ibadah shalat Ied kita pada hari ini dengan berdo’a:

اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.

Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ

Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. Perbikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selamakami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.

Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

BIO DATA PENULIS

Drs. H. Ahmad Yani adalah Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Dakwah (LPPD) Khairu Ummah dan anggota Pengurus Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta (2007-2010) ini juga menjadi Koordinator Majelis Dai Paguyuban Ikhlas, Jakarta. Putera Betawi yang dilahirkan 5 Oktober 1964 ini telah dikaruniai 6 orang anak. Muballigh yang alumni Fak. Ushuludin Jurusan Dakwah IAIN Jakarta ini setiap hari memberikan ceramah di berbagai tempat, tidak hanya di Jakarta tapi juga di berbagai wilayah di Tanah Air bahkan hingga keluar negeri seperti ke Eropa (2001 dan 2004) dan ke Jepang (2006). Aktivitas lainnya adalah penulis untuk media Islam. Mantan Ketua Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) DKI Jakarta (1987-1989) dan Ketua Departemen Dakwah DPP Partai Keadilan Sejahtera (2000-2005) ini juga berkonsentrasi dalam Pengkaderan Muballigh dan Pelatihan Manajemen Masjid.

Tidak kurang dari 21 judul buku telah ditulis dan diterbitkan dan masih ada beberapa buku yang segera diterbitkannya, suatu bukti bahwa beliau adalah seorang penulis yang produktif dan buku-bukunya dirasakan betul manfaatnya oleh umat Islam, khususnya pengurus masjid, kerohanian Islam perkantoran dan para khatib dan muballigh. Untuk berkomunikasi dengan beliau bisa kontak ke LPPD Khairu Ummah, Jl. Sumbawa No 7 Menteng Jakarta Pusat, Telp, 3920276. HP. 0812-9021953. Email: ayani_ku@yahoo.co,id

 
Tinggalkan komen

Posted by di 6 Disember 2008 in KHUTBAH PILIHAN

 

KHUTBAH – AIDILADHA

الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر ، الله أكبر ولله الحمد.
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا . لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره المشركون . لا إله إلا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده . لا إله إلا الله والله أكبر . الله أكبر ولله الحمد .
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونستهديه ونتوب إليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا ، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له ، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله ، بلغ الرسالة وأدى الأمانة ونصح للأمة وجاهد في الله حق جهاده.
اللهم صل على محمد وعلى آله وأزواجه أمهات المؤمنين وأصحابه الأخيار رضوان الله عليهم ومن دعا بدعوته وسلك سلوكه واتبع سنته إلى يوم الدين . أما بعد أيها المسلمون أوصيكم ونفسي بتقوى الله عز وجل.

Ma’asyiral Muslimin Rohimakumullah

Pada pagi ini kita berkumpul melantunkan Takbir membesarkan Allah Swt, MemujiNya, Bertasbih kepadaNya. Tiada yang layak dipuji kecuali hanya Dia, Dia yang menghidupkan, Dia yang mematikan, Dia yang memberi rezeki. Saudara-saudara kita pagi ini berangkat menuju Mina untuk melempar Jamratul ‘Aqabah. Semalam mereka bermalam di Muzdalifah. Kemarin mereka seharian penuh berwuquf di ‘Arafah, menadahkan tangan kepada Robb memohon ampunnya, membukakan pintu rahmatnya. Kita yang berada di tanah air, diganti Allah dengan puasa ‘Arafah tanggal 9 Zulhijjah yang Fadhilahnya dapat menghapuskan dosa tahun kemarin dan dosa pada tahun ini.

Allahu Akbar Allahu Akbar

Bukan suatu hal kebetulan Allah Swt menetapkan kewajiban Haji kepada ummat Muhammad Shallahu alaihi Wasallam walau sekali dalam seumur hidup. Haji adalah Ibadah yang mengandung makna penghambaan yang luar biasa kepada Allah Subhanah. Sementara Hakikat kehidupan ini adalah penghambaan itu sendiri. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Al-Mawla Azza Wajalla :

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون

(Tidaklah Kuciptakan Jin dan Manusia, melainkan untuk mengabdi kepadaKu). (Surat az-Zariyaat: 56) Bahkan setiap praktik Ibadah Manasik Haji itu mengandung makna penghambaan. Ketika seseorang thawaf, Sa’i, wuquf, Mabit, melempar Jamroh, semua kegiatan itu merupakan wujud penghambaan manusia kepada al-Ma’bud Subhanahu. Hal ini sering dilupakan umat Islam termasuk mereka yang melaksanakan Haji. Mereka umumnya melakukan manasik itu begitu saja tanpa disertai penghayatan atas penghambaan kepada Allah Azza wajalla. Bahkan tak sedikit mereka yang melaluinya sebagai formalitas belaka, tanpa mendalami dan merasakan manisnya berhaji. Seorang yang memulai rangkaian Ibadah Manasik, memulainya dengan Ihram dan membaca lafazh Talbiyah. Kalau kita perhatikan ucapan Talbiyah itu, isinya semua berupa penghambaan kepadaNya.

لبيك اللهم لبيك . لبيك لا شريك لك لبيك . إن الحمد والنعمة لك والملك لا شريك لك

“Aku datang memenuhi panggilanMu, Ya Allah. Aku datang memenuhi PanggilanMu. Tiada Sekutu bagiMu. Sesungguhnya segala pujian, kenikmatan hanya milikmu, dan juga kerajaan. Tiada Sekutu bagiMu.”

Betapa jelasnya ikrar/pengakuan akan penghambaan itu keluar dari mulut orang yang berihram haji dan umroh. Pengakuan bahwa kedatangannya dari negeri jauh, melintas samudera dan benua, hanyalah memenuhi panggilan Allah semata. Pengakuan bahwa Allah itu hanya Satu, tidak ada sekutu bagiNya. Inilah esensi Tawhid. Pengakuan bahwa pujian hanya pantas untuk Allah. Karenanya pujian-pujian berlebihan tak pantas diberikan kepada manusia, apalagi manusianya pernah memusuhi Allah, memperjuangkan bukan hukum Allah. Pengakuan bahwa nikmat adalah kepunyaan Allah semata. Kita sebagai manusia, hanya diberi amanah secuil dari nikmat itu untuk dirasakan oleh sebagian kita, dan sekaligus menjadi ujian. Karenanya kita harus banyak mensyukurinya dan tidak mabuk dalam nikmat itu. Jika Allah berkehendak, nikmat itu dicabutNya, kita suka atau tidak suka. Pengakuan bahwa kerajaan adalah milik Allah Azza Wajalla. Kekuasaan yang diberikanNya kepada sebagian manusia, hanyalah sedikit dan bersifat sementara. Kita hanyalah hamba yang tidak memiliki apapun dan tak berkuasa sedikitpun. Segala-segalanya hanya milik Allah dan tunduk pada kekuasaanNya. Pengakuan sekali lagi bahwa Allah tidak bersekutu dengan sesuatu makhluq apapun. Dia satu-satunya Ilah (Tuhan) yang berhak menerima penyembahan dari makhluq. Begitulah isi dan makna Talbiyah.

Ikrar yang begitu tegas dan diteriakkan berkali-kali sepanjang hari Arafah, malam hari di muzdalifah, hingga sampai di Mina pada pagi 10 zulhijjah, seharusnya meninggalkan bekas pada diri kaum Muslimin. Kalau kita renungkan haji, ia sungguh merupakan wisata ruhany yang kental dengan muatan ‘aqidah. Ketika wukuf di Arafah, diharuskan memperbanyak zikir kepada Allah, menjauhkan diri dari perbuatan yang tak bermanfaat, seperti berfoto ria, jalan ke sana kemari, mencari teman, mengunjungi handai tolan, seperti kebiasaan banyak jemaah haji kita. Bukan seperti itu. Arafah diisi dengan penghayatan, pematangan Aqidah, membulatkan penghambaan diri kepada Al’Aziz al-Jabbar. Bila haji dilaksanakan dengan pola seperti ini, ia akan melahirkan sosok manusia baru dengan akidah yang tangguh. Komitmen kepada Islam yang sangat tinggi. Kecintaan kepda ALLAH yang mengalahkan segala-galanya. Siapapun yang kembali dari mengerjakan haji akan berubah. Bukankah yang pergi haji itu banyak petinggi negara, pejabat pemerintah, politisi wakil rakyat, pebisnis, disamping rakyat biasa. Apa pengaruh haji pada kehidupan mereka?

Seharusnya mereka itu menampakkan perubahan drastis, karena aqidah sudah terbina. Penyelewengan jabatan, praktik korupsi, memperkaya diri, curang dan menipu, seharusnya sudah berhenti total. Ya, kita bisa terima, sebelum haji mereka banyak melakukan perbuatan-perbuatan di atas, tetapi setelah menjalani pelatihan super intensive, materi super canggih, prilaku-prilaku mereka harus berubah total, sekembalinya dari haji. Seharusnya lahir pejabat Negara, politisi, dan aparat pemerintahan yang bersih, soleh, takut menyalah gunakan uang rakyat, bahkan lahirlah politisi dan negarawan yang wala’ (loyalitas/keberpihakan)nya kepada hukum Allah. Partai/ormas boleh beda tetapi akidah harus sama, berwala’ kepada Allah dan bertahkim kepada Syari’at Allah Swt.

أفحكم الجاهلية يبغون ومن أحسن من الله حكما لقوم يوقنون

“Apakah Hukum Jahiliyah yang lebih mereka sukai. Dan hukum siapa yang lebih baik dari hukum buatan Allah, bagi kaum yang yakin.” (Al-Ma’idah:50)

Tidak ada tempat bagi sekularisme, Pluralisme, dan demokrasi ala kuffar. Karena apa saja yang kita butuhkan dalam mengatur Negara, ada konsep dan teorinya di dalam Syari’at Allah yang agung itu. Betapa tidak, Zat Yang Maha Mengetahui akan melahirkan konsep yang maha canggih.

ألا يعلم من خلق وهو اللطيف الخبير

“Ketahuilah. Yang mengetahui adalah yang mencipyakan. Dan Dia Maha lembut dan Maha Mengetahui.” (Surat al-Mulk: 14)

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahilhamd.

Apa yang menimpa ekonomi Amerika akhir-akhir ini, berupa hancurnya dunia usaha, yang berawal dari credit crunch dalam bisnis perumahan di Amerika, salah satu pertanda kuat kehancuran sistem ekonomi Kapitalis. Sistem Ekonomi yang berlandaskan pada Riba, uang melahirkan uang, bisnis yang menggelembungkan angka-angka padahal tidak sesuai dengan nilai riilnya, akhirnya sampai pada angka yang tak terbayang dalam otak pebisnis $600,000,000,000,000. (enam ratus trilyun Dollar US). Maka dari kasus hancurnya dunia finance di AS, dan negara-negara yang berkiblat kepadanya, apakah manusia tidak juga mau belajar bahwa sistem yang diciptakan oleh manusia untuk menandingi sistem yang diturunkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala, pada gilirannya akan berujung pada kehancuran, malapetaka dan kesengsaraan. Syari’at Islam mengajarkan bahwa riba adalah haram dan jual beli itu halal. Firman Allah: أحل الله البيع وحرم الربا. “Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” Jual beli harus memperlihatkan wujud barang yang dijual dan harga yang masuk akal atas barang. Bukan seperti membeli kucing dalam karung. Riba lah yang menghancurkan perekonomian Kapitalis, sebagaimana telah hancur sebelumnya sistem sosialis di Eropa Timur. Allah Swt ingin memperlihatkan kepada manusia, bahwa sistem yang mereka bangun bertentangan dengan sistem yang diturunkanNya, cepat atau lambat akan hancur sekuat apapun tiang penyangga sistem itu. Allah juga ingin memperlihatkan bahwa kesombongan dan keangkuhan hanya berakhir dengan kehancuran. Kesombongan dan arogansi yang dipertontonkan oleh AS di dunia Islam, wabil Khusus di Afghanistan, Iraq, Somalia, Sudan dan lainnya tidak luput dari perhitungan Allah Tabaraka wata’ala. Berapa nyawa bangsa Afghanistan yang hilang tanpa alasan? Berapa nyawa bangsa Irak dan kekayaaan negeri itu yang musnah akibat kekejaman Negara yang sombong itu? Semuanya tercatat dalam perhitungan Allah ‘Azza wa Jalla. Krisis financial Amerika adalah mukaddimah kehancuran Negara besar itu.

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamu. Problem manusia sebenarnya adalah problem ‘aqidah. Mayoritas manusia tidak menuhankan Allah Azza wajalla. Mereka mengambil Tuhan selain Allah. Ada yang menuhankan manusia dan leluhur. Ada pula yang menuhankan benda dan hawa nafsu, seperti roh, seks, akal, teknologi, uang, jabatan, popularitas, dan sebagainya. Firman Allah Tabaraka wata’ala:

أفرأيت من اتخذ إلاهه هواه وأضله الله على علم وختم على سمعه وقلبه وجعل على بصره غشاوة فمن يهديه من بعد الله أفلا تذكرون.

“Apakah tidak engkau ketahui orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah sesatkan dia dengan sadar, dan Allah mencap pendengarannya dan hatinya. Dan Ia jadikan penglihatannya menjadi tertutup, maka siapakah yang menunjukinya selain Allah? Apakah kamu tidak berfikir?” (al-Jatsiyah 23).

Sebagian mereka ada yang sudah menjadi Muslim tetapi tidak menyerahkan wala’ (loyalitas)nya kepada Allah. Mulut mereka mengucapkan La Ilaaha illallah, namun hati mereka dan praktik hidupnya jauh dari makna Laa Ilaaha illallah itu. Penyebabnya karena merekapun tidak paham hakikat makna Syahadat itu. Konsekuensi Syahadat adalah tunduk sepenuhnya kepada Allah Swt. Bukan hanya tunduk dalam soal Ibadah ritual dan aturan-aturan yang menyangkut dien (agama) saja. Tetapi kepatuhan total dan ketundukan mutlak kepada Allah Swt. Para Ulama Tawhid menjelaskan maknanya adalah : لا معبود بحق إلا الله“Tidak ada yang disembah dengan sah selain dari Allah”. Jadi hawa nafsu, manusia, nenek moyang, teknologi, kecantikan, seni, ideologi, faham, benda, roh, apapun selain Allah tidak boleh diTuhankan, disembah, dikultuskan, didewa-dewakan, dianggap sakti, dan seterusnya.

Dalam kenyataan sebagian umat Islam masih terjerumus dalam menuhankan faham/ideologi yang dibuat oleh umat di luar mereka, seperti sekularisme, nasionalisme, materialisme, demokrasi, liberalisme, humanisme, feminisme, dan isme-isme lain. Berarti mereka belum menuhankan Allah dalam arti yang sesungguhnya, karena Allah tidak menerima falsafah-falsafah yang dibuat oleh manusia, lalu dianut sebagai kebenaran, selain apa yang diturunkan oleh Allah, yakni al-Islam. Mereka mengekor begitu saja kepada umat di luar mereka yang tidak memiliki petunjuk hidup. Sungguh ironi, kaum yang memiliki petunjuk hidup (hidayah) mengekor kepada kaum yang sesat. Seharusnya, kaum yang sesat mengikuti kaum yang mendapat petunjuk, agar mereka ikut selamat. Umat Islam di dunia ini rata-rata hidupnya mengekor kepada umat lain. Mereka menjadi pengekor setia kaum di luar mereka, di semua bidang dan sektor; mulai dari ideologi, faham, hobbi, idola, model, brand, trend, gaya, penilaian, dan yang lainnya. Umat Islam tidak hanya menjadi pasar produk teknologi saja, tetapi juga sudah menjadi pasar bagi produk ideologi dan faham kaum kuffar. Faham apa saja yang muncul di barat, akan didapatkan pengikutnya di tengah kaum Muslimin. Ini mengingatkan kita benarnya prediksi Nabi Saw empat belas abad silam yang mengatakan :

(لتتبعن أمما قبلكم شبرا بشبر ذراعا بذراع حتى إذا دخلوا جحر ضب لدخلتموه).

“Kalian akan mengikuti ummat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga kalau mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kamupun ikuti mereka.”

Dalam soal penilaianpun, umat islam mengekor dan berkiblat kepada Barat kaum Kuffar. Apa saja yang dianggap buruk oleh kuffar, juga dianggap buruk oleh ummat Islam. Sebaliknya apa yang dianggap mereka sebagai kewajaran dan baik, juga dianggap wajar dan baik oleh ummat Islam. Akhir-akhir ini banyak isu dilemparkan oleh musuh-musuh Islam melalui media massa dan disambut oleh ummat ini dengan sikap membeo dan mengekor, seperti murid dengan gurunya. Barat melemparkan isu terorisme dan menuduhkan perbuatan terorisme kepada Islam dan ummatnya, maka umat Islampun ikut-ikutan seperti beo. Ada Orang yang dituduh oleh Barat sebagai teroris, kitapun ikut-ikutan menuduhnya teroris. Padahal mereka itulah induknya teroris. Israel dan Amerika itulah yang membuat kerusuhan dahsyat di muka bumi ini. Mereka lah yang menjadi kaum perusak nomor wahid di dunia ini. Tapi, dia bisa mengalihkan opini dunia, kerusuhan dahsyat yang dia buat menjadi tidak kelihatan/hilang, sementara orang Muslim yang soleh yang difitnahnya sebagai pembuat kerusuhan, dihukum oleh public secara zalim. Umat islam sekali lagi membeo kepada mereka. Pornografi, homoseks, dan penyimpangan seksual yang bejat, kotor, dan bertentangan dengan fitrah manusia, baik Muslim atau non Muslim, menjadi indah dan wajar dalam pandangan mereka. Sebagian Ummat Islam pun ikut-ikutan menilai yang bejat itu menjadi wajar. Ajaran yang dianggap sesat di dalam islam, mereka anggap Hak Azasi Manusia dan merupakan kebebasan untuk meyakini ajaran apa saja. Na’uzu Billah min zalik.

Jika Barat menganggap poligami itu buruk dan aib, di mana seorang lelaki mempunyai isteri yang sah lebih dari satu, maka umat Islampun ikut-ikutan menilai poligami itu buruk dan penindasan terhadap perempuan. Bahkan meng”hukum” orang yang melakukannya. Tapi, jika seorang lelaki atau perempuan berganti-ganti pasangan tanpa nikah, melakukan hubungan zina dengan siapa saja yang dia sukai, mereka anggap wajar dan kebebasan sebagai manusia. Beginilah nasib ummat Islam sekarang. Menilai sesuatu dengan mengikuti standar penilaian kaum Kuffar. Menikahi anak belasan tahun dianggap oleh Barat sebagai pelecehan terhadap anak, maka ummat Islampun ikut mencelanya. Sementara anak-anak jalanan belasan tahun yang melakukan hubungan seks, tidak pernah diributkan oleh media. Di Barat, anak umur 14 tahun sudah diajari gurunya di sekolah cara berhubungan badan yang ‘aman’. Dan anak-anak sekolah mempraktikkannya dengan teman-temannya. Itu tidak dianggap tabu, karena tidak menikah. Jika menikah dengan sah, akan menjadi aib dan malu.

Lalu pertanyaannya sampai kapan kita sebagai pengekor? Apakah tidak tiba saatnya, ummat Islam ini hidup dewasa, merdeka, mandiri dengan kebijakan sendiri, tidak bergantung kepada bangsa lain manapun. Padahal mereka mempunyai ‘aqidah. Mereka memiliki kitab suci sebagai petunjuk. Mereka mempunyai sunnah Nabinya Saw yang dijadikan pedoman dalam memahami jalan yang benar. Kapankah saatnya, ummat Islam kembali kepada kesadarannya untuk menjalankan hukum Agamanya untuk mengatur dunia dan akhiratnya? Sadarkah mereka bahwa solusi tidak pernah datang dari luar mereka, melainkan dari dalam mereka sendiri? Marilah kita berdoa kepada Allah Swt agar ummat ini diberiNya petunjuk dan Hidayah untuk menapaki jalanNya yang lurus, jalan orang-orang yang beriman. Amiin.

اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه ، وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه. اللهم إنا نسالك الهدى والتقى والعفاف والغنى. اللهم ارفع مقتك وغضبك عنا . اللهم لا تدع في مقامنا هذا ذنبا إلا غفرته ولا هما إلا فرجته ولا دينا إلا قضيته ولا حاجة من جوائج الدنيا إلا قضيتها ويسرتها يا رب العالمين. اللهم أعز الإسلام والمسلمين وأذل الشرك والمشركين ودمر أعداءك أعداء الدين.

 
Tinggalkan komen

Posted by di 6 Disember 2008 in KHUTBAH PILIHAN

 

Khutbah Eidil Adha 1429H

اللهُ أَكْبَرُ ( 3 كالي ) اللهُ أَكْبَرُ ( 3 كالي ) اللهُ أَكْبَرُ ( 2 كالي ) اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا و الحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلا . الحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ يَوْمَ عِيْدِ الأضْحَى أَسْعَدَ الأياَّمِ لنَاَ . وَنَحْمَدُهُ عَلَى مَا أَوْلانَا وَنَشْكُرُهُ عَلَى نِعَمِهِ الَّتِى بِهَا وَالانَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ .

أَمَّا بَعْدُ…… فَيَا إِخْوَانِيْ ! اتَّقُوْا اللهَ وَأُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ

فرمان الله تعالى دالم أية 89 – 83 سورة الشعراء :
رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الآخِرِينَ وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ وَاغْفِرْ ِلأَبِي إِنَّهُ كَانَ مِنَ الضَّالِّينَ وَلاَ تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ يَوْمَ لاَ يَنْفَعُ مَالٌ وَلاَ بَنُونَ إِلاَّ مَنْ أَتَى اللهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Maksudnya : “Wahai Tuhanku, berikanlah daku ilmu pengetahuan ugama, dan hubungkanlah daku dengan orang-orang yang soleh; “Dan jadikanlah bagiku sebutan yang baik (nama yang harum) dalam kalangan orang-orang yang datang kemudian; “Dan jadikanlah daku dari orang-orang yang mewarisi Syurga Jannatun-Naiim; “Dan ampunkanlah bagi bapaku, kerana sesungguhnya dia adalah dari orang-orang yang sesat; “Dan janganlah engkau hinakan daku pada hari makhluk-makhluk dibangkitkan hidup semula – “Hari yang padanya harta benda dan anak-pinak tidak dapat memberikan pertolongan sesuatu apapun, “Kecuali orang-orang yang datang mengadap Allah dengan hati yang selamat sejahtera (dari syirik dan munafik);

Muslimin/mat yang dirahmati Allah S.W.T,

Selamat menyambut hari raya Eidil Adha diucapkan kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat. Semoga anugerah hari raya yang amat bermakna ini dapat kita penuhi dengan amal ibadat dalam mendekatkan diri kita kepada Allah dan syurgaNya disamping dalam masa yang sama menjauhkan daripada maksiat yang boleh menghampirkan kita kepada jurang neraka. Nikmat hari raya ini mestilah digunakan semaksima mungkin dalam mengembalikan semula kemuliaan dan kejayaan umat Islam bermula daripada pembinaan rumahtangga, didikan terhadap ahli keluarga seterusnya pengurusan masyarakat dan negara berdasarkan system Islam yang jelas membawa kebahagiaan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat.

Melalui kisah perjuangan dan pengorbanan nabi Ibrahim sekeluarga yang sentiasa kita sebut setiap kali tibanya bulan Zulhijjah mengingatkan kepada kita betapa pentingnya pendidikan dan tarbiah berasaskan agama dalam sesebuah keluarga bagi melahirkan suami yang bertanggungjawab, isteri yang taat dan anak-anak yang berakhlak mulia.

Kegagalan dalam melahirkan keluarga sakinah menyebabkan berlakunya perceraian yang biasanya anak-anaklah menjadi mangsa. Begitu juga kepentingan system pendidikan yang betul-betul bersepadu antara dunia dan akhirat sehingga lahirnya golongan ulama’ yang mampu mengurus urusan agama dan dunia dengan baik dan golongan pakar yang faham serta amal tuntutan agama dalam kehidupan.

Sayyidina Umar al-Khattab pernah berwasiat : Aku sangat kecewa dan benci kepada orang yg pintar tetapi tidak bertaqwa. Kerana tanpa taqwa maka kepintaran akan membawa banyak kerosakan kepada umat. Aku juga sangat kecewa kepada orang taqwa tetapi dungu kerana itu dirinya baik tetapi tidak tahu melaksanakan urusan umat secara teratur dan sempurna.

اللهُ أَكْبَرُ! اللهُ أَكْبَرُ! اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الحَمْدُ

Firman Allah dalam ayat 103-107 surah as-Sooffat :

فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاَءُ الْمُبِينُ وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

Maksudnya : Setelah keduanya berserah bulat-bulat ( menjunjung perintah Allah) dan nabi Ibrahim merebahkan anaknya dengan meletakkan iringan mukanya atas tompok tanah ( untuk disembelih) serta Kami menyerunya :”Wahai nabi Ibrahim! Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu”. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebuskan anak itu dengan sembelihan yang besar.

Ketika mengingati ujian besar nabi Ibrahim dan anaknya nabi Ismail ketika mahu melaksanakan arahan Allah termasuklah gangguan syaitan ketika mahu menyembelih anak kesayangannya itu maka dapatlah kita faham bahawa dalam mengharungi kehidupan dunia ini terpaksa menghadapi pelbagai cabaran, halangan, ujian, rintangan, gangguan di dalam menguji keimanan kita kepada Allah. Orang mukmin akan diuji dengan lima perkara iaitu

[1] saudara seagama yang sentiasa dengki terhadapnya,
[2] orang munafiq yang sentiasa membencinya,
[3] orang kafir yang sentiasa memeranginya,
[4] syaitan yang sentiasa berusaha menyesatkannya dan
[5] bisikan hawa nafsu yang sentiasa menggoncang keimanannya.

Musuh Islam tidak pernah memadamkan permusuhannya terhadap Islam dan umatnya samada melalui serangan fizikal atau pun penjajahan pemikiran. Seorang tokoh ulama terkenal, Dr Abdullah Nasih Ulwan dalam sebuah bukunya menegaskan bahawa musuh-musuh Islam berusaha gigih bagi memastikan 4 perkara yang berada pada tangan umat Islam mesti dihancurkan iaitu

[1] Al-Quran yang telah beberapa kali cuba diselewengkan tetapi ia terus dijaga oleh Allah,

[2] Universiti al-Azhar Mesir di mana musuh Islam cuba menghancurkannya atau meminda sukatan dam system pengajiannya agar selari dengan kehendak mereka,

[3] Keistimewaan hari Jumaat yang cuba dipadamkan dengan menyibukkan umat Islam dengan tugas harian sehingga ramai yang meninggalkan solat Jumaat sedangkan penganut Kristian dengan tenang memenuhi gereja pada hari Ahad dan

[4] Masjidil Haram, Mekah di mana telah beberapa cadangan terutama dari Parlimen Britain dan Israel agar Ka’abah dihancurkan atau dibom bagi menghalang umat Islam daripada terus berkunjung terutama pada musim haji yang dibimbangi dapat menyatukan hati umat Islam seluruh dunia. Sekiranya keempat-empat perkara berjaya dihapuskan maka musuh Islam terus dapat menjajah umat Islam dengan mudah tanpa penentangan.

Muslimin/mat yang diberkati Allah S.W.T,

Allah telah menganugerahkan kepada umat Islam 3 keistimewaan dan kekuatan yang menjadi punca utama dalam mencapai kemenangan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat sekiranya kita berjaya menggunakannya sebaik mungkin. Keistimewaan itu ialah

[1] kekuatan aqidah yang perlu dipertahan dan dikembangkan. Betapa malangnya bila adanya umat Islam yang tidak menghargai nikmat yang paling berharga ini sehingga ada yang murtad.

[2] kekuatan sumber tenaga manusia dengan jumlah yang ramai yang perlu kepada usaha bersungguh dalam menggunakannya tetapi betapa malangnya umat Islam berpecah atas dasar bangsa dan negara sebagaimana yang dirancangkan oleh musuh Islam dan

[3] kekuatan dengan anugerah bumi yang subur dengan tanaman dan hasil bumi seperti minyak, gas, besi dan sebagainya yang perlu kepada usaha yang bersungguh dalam mengambil manfaat sebanyak mungkin daripadanya. Betapa malangnya akibat kekurangan pakar dan penyelewengan terhadap hasil ini menyebabkan ia tidak mampu digunakan sebaik mungkin dalam membantu umat Islam seluruh dunia.

اللهُ أَكْبَرُ! اللهُ أَكْبَرُ! اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الحَمْدُ

Firman Allah dalam ayat 109 surah al-Baqarah:

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۖ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Maksudnya : Ramai di antara Ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) suka sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu menjadi kafir setelah kamu beriman, kerana dengki yang timbul dari diri mereka sendiri, sesudah nyata kepada mereka kebenaran (Nabi Muhammad s.a.w). Oleh itu, maafkanlah dan biarkanlah oleh kamu, sehingga Allah datangkan perintahNya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu

Kini kedengaran suara sumbang dalam negara kita terutama daripada NGO bukan Islam yang lantang mencampuri urusan umat Islam seperti masalah fatwa yang dikeluarkan oleh Majlis Fatwa Kebangsaan dalam masalah pengharaman Pengkid iaitu perempuan yang menyerupai gaya hidup lelaki dan terbaru senaman Yoga yang didapati mengandungi unsur-unsur keagamaan, mentera dan pemujaan.

Kita bimbang sekiranya kelantangan orang bukan Islam dalam menentang fatwa akibat meniru perbuatan pemimpin Islam sendiri yang banyak menyanggah fatwa yang dikeluarkan sebelum ini. Kita menyokong penuh dan mematuhi fatwa yang dikeluarkan kerana sudah banyak amalan dan kepercayaan agama lain yang terus diamalkan oleh masyarakat kita seperti bersanding dan merenjis air kepada pengantin baru yang menjadi amalan kepercayaan agama Hindu.

Kita juga jangan asyik bercakap dengan masalah harga minyak dan harga barang sehingga lupa kepada serangan aqidah yang sedang berlaku. Kita begitu bimbang apabila dibentang di Parlimen bahawa jumlah anak luar nikah ialah 250 ribu orang dan ramai di kalangan anak-anak yang tidak berdosa ini termasuk orang Islam dijaga oleh pusat asuhan yang dikendalikan oleh Kristian. Begitu juga wujud penempatan pesakit yang menghidapi penyakit HIV yang ditempatkan di rumah Mubaligh Kristian yand sepastinya boleh menggugat aqidah umat Islam.

Sekarang kita mesti bersatu hati dan gerak kerja dalam menyelamatkan golongan ini dengan cara yang terancang, bersungguh dan istiqamah. Kita pernah ingat ungkapan pendakyah Kristian Raid : Kristian akan cuba memindahkan orang Islam daripada agama nabi Muhammad kepada Kristian.

Sebenarnya Kristian tidaklah suka kepada orang Islam itu sendiri apalagi menganggap orang Islam sebagai saudara Kristian atas nama kemanusiaan. Jika tidak memandang tugas ingin memindahkan orang Islam daripada Islam kepada Kristian maka sudah pasti Kristian tidak akan membantu orang Islam baik dari sudut perubatan mahupun lain-lain bantuan.

Muslimin / muslimat yang diberkati Allah,

Ketika bercakap tentang masalah ekonomi dunia yang merudum namun menurut kenyataan Gabenor Bank Negara Malaysia bagaimana kewangan Islam terus tumbuh maju bukan sahaja di Asia malah seluruh dunia. Begitu juga usaha Singapura mahu menubuhkan kewangan Islam di republik tersebut.

Khurafat yahudi bahawa ekonomi dunia akan menjadi beku dan mundur tanpa riba kini memakan diri sendiri. Kita mampu merubahnya jika kita sayangkan Islam dan cintakan kebahagian akhirat di mana sebagai contohnya apabila tindakan kerajaan Kelantan menyimpan sumber kewangannya dalam perbankan Islam telah menyebabkan lebih banyak bank yang menyediakan system kewangan Islam dibuka di Kelantan dan seluruh negara. Begitu juga pelaksanaan ar-Rahnu atau sistem pajak gadai Islam yang menjamin keadilan yang terus berkembang pesat.

Tindakan pengharaman judi dan pengurangan premis arak daripada 86 buah sebelum 1990 di Bandar Kota Bharu kepada 8 buah sahaja sekarang tidak pernah menjadikan negeri ini muflis malah lebih banyak program kebajikan dapat disediakan kepada rakyat jelata. Islamlah necaya kita selamat sejahtera di dunia sementara dan akhirat yang kekal selamanya

Firman Allah dalam ayat 268 surah al-Baqarah :

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلاً ۗ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Maksudnya : Syaitan menakut-nakutkan kamu dengan kemiskinan dan menggalakkan kamu berbuat kejahatan sedangkan Allah menjanjikan untukmu keampunan daripadaNya dan kurniaan. Dan Allah Maha Luas kurniaan lagi Maha Mengetahui

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ وَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الُمْسِلِمْينَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ فَيَا فَوْزَ المُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ

خطبة كدوا

اللهُ أَكْبَرُ ( 3 كالي ) اللهُ أَكْبَرُ ( 3 كالي ) اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا و الحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلا. الحَمْدُ ِللهِ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأحْزَابَ وَحْدَهُ . أَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ , وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ , اللّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ . أَمَّا بَعْدُ…….فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ اتَّقُوْا اللهَ وَأَطِيْعُوْهُ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ يُحِبُّ المُتَّقِيْنَ …. فرمان الله تعالى دالم أية 37سورة الحج :
لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلاَ دِمَاؤُهَا وَلَكِن يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Maksudnya : Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keredhaan Allah) tetapi ketaqwaan daripada diri kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayahNya kepada kamu. Dan berilah berita gembira kepada orang-orang yang berbuat baik

Muslimin/mat yang dirahmati Allah,
Kita bakal menyambut ketibaan tahun baru 1430 Hijrah dan 2009 Masihi tidak lama lagi. Kita mendoakan agar kedatangan tahun baru ini dapat mengubah keadaan umat Islam ke arah yang lebih baik. Suasana politik dan ekonomi dunia yang tidak menentu menuntut kepada seluruh umat Islam untuk kembali bersatu atas dasar Islam. Penderitaan umat Islam yang sedang dikepung di Gaza, Palestin disamping menjadi mangsa kepada senjata musuh di Mindanao, Iraq, Afghanistan dan sebagainya menuntut pembelaan sewajarnya daripada kita.

Semangat berkorban yang dihayati melalui kisah nabi Ibrahim sekeluarga sepatutnya disuburkan sehingga umat Islam dapat bangkit daripada terus menjadi mangsa kezaliman dan kekejaman musuh. Kemenangan Obama sebagai Presiden Amerika Syarikat belum tentu menjanjikan harapan yang cerah kepada umat Islam untuk mendapat pembelaan yang sewajarnya kerana setiap pemimpin Amerika mesti menjadi pengampu zionis yahudi serta menjaga kepentingan Israel barulah dapat mencapai kemenangan.

Umat Islam mesti bangkit dengan kekuatan sendiri bukannya mengharap simpati musuh yang saban hari memikirkan untuk menghancurkan kita. Selagi umat Islam tidak menghindari penyakit terlalu cinta kepada dunia dan benci kepada kematian maka selagi itulah kita akan berpecah seterusnya menjadi boneka dan hamba abdi kepada musuh Islam. Hentikanlah keganasan dengan Islam, binalah kekuatan dengan Islam, sekat penindasan dengan Islam, tegakkan keadilan dengan Islam. Nasib umat Islam tidak mampu berubah tanpa usaha dan kesungguhan daripada diri kita sendiri

اللهُ أَكْبَرُ! اللهُ أَكْبَرُ! اللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الحَمْدُ

Salam Eidil Adha diucapkan kepada seluruh muslimin dan muslimat. Bagi yang berkemampuan disarankan agar menghidupkan sambutan Eidil Adha ini dengan ibadat korban sebagaimana yang dianjurkan oleh Islam.

قَالَ الرَّسُوْلُ : مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّناَ – رواية ابن ماجه

Maksudnya : Sesiapa yang mempunyai kemampuan sedangkan dia tidak melakukan ibadat korban maka janganlah dia mendekati tempat solat kami

اللّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ الأحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَقَاضِيْ الحَاجَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ ,

اللّهُمَّ لا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لايَخَافُكَ وَلا يَرْحَمُنَا, اللّهُمَّ انْصُرِ المُجَاهِدِيْنَ الَّذِيْنَ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِكَ فِيْ كُلِّ زَمَانٍ وَمَكَانٍ , اللّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانِنَا المُسْلِمِيْنَ فِى عِرَاق وَفِى فَلَسْطِين وَفِى لبنان وَفِى سوريا وَفِى كَشْمِيْر وَفِى الهِنْد وفى أفغانستانِ وَفِى شِيْشَان وَفِى جَنُوْبِ بِلِيِبين وَفِى إيندونيسيا وفى تايلند وَفِى بَلَدِنَا ماليزيا

اللّهُمَّ يَا مُنْزِلَ الكِتَابِ وَ يَا مُجْرِيَ السَّحَابِ وَ يَاهَازِمَ الأحْزَابِ اِهْزِمْهُمْ وَانْصُرْنَا عَلَيْهِمْ,

اللّهُمَّ عَلَيْكَ بِاليَهُوْدِ وَمَنْ وَالاهُمْ, اللّهُمَّ عَلَيْكَ بِالنَّصَارَى وَمَنْ وَالاهُمْ, اللّهُمَّ عَلَيْكَ بِالهُنَوْدِ وَمَنْ وَالاهُمْ, اللّهُمَّ عَلَيْكَ بِالأمِيرِكَان وَمَنْ وَالاهُمْ, اللّهُمَّ عَلَيْكَ بِالِبرِيطَان وَمَنْ وَالاهُمْ,

اللّهُمَّ عَلَيْكَ بِأَحْزَابِ المُشْرِكِيْنَ الطَّاغِيْنَ الظَّالِمِيْنَ وَمَنْ وَالاهُمْ, اللّهُمَّ دَمِّرْهُمْ تَدْمِيْرًا وَ تَبِّرْهُمْ تَتْبِيْرًا وَاجْعَلْهُمْ هَبَاءً مَنْثُوْرًا اللّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ دِيْنَكَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ دِيْنَكَ ,

اللّهُمَّ أَعِزَّ الإسْلامَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَأَذِّلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَانْصُرْ عِبَادَكَ المُؤْمِنِيْنَ . اللّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاتَنَا وَقِيَامَنَا وَجَمِيْعَ حَسَنَاتِنَا وَاجْعَلْهَا خَالِصَةً لِوَجْهِكَ الكَرِيْم.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سبُحْاَنَكَ اللّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلامٌ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الحَمْدُ ِللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

 
2 Komen

Posted by di 5 Disember 2008 in KHUTBAH PILIHAN

 

KHUTBAH – 1

خطبة عيد الأضحى1429 هـ (I)

 

 اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ   – اللهُ أَكْبَرُ ×9  

الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا، لا إله  إلا الله ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين، ولو كره الكافرون، لا إله إلا الله وحده،  صدق وعده، ونصر عبده، وأعز جنده، وهزم الأحزاب وحده، لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد،

أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصَحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْساَنٍ إِلِى يَوْمِ الدِّيْنِ    .   اما بعد

فَياَ أَيُّهاَ النَّاسُ: أُصِيْكُمْ وَإِياَّيَ بِتَقْوَى اللهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

 

. الله أكبر  الله أكبر  الله أكبر   ولله الحمد .

.Saudara Muslimin dan Muslimat yang dirahmati sekelian !!

 

Pada saat dan ketika yang penuh keberkatan ini, marilah kita memanjatkan kesyukuran yang tulus ikhlas  kehadrat Allah SWT.  yang telah mengizinkan kita bertemu dan berhimpun dipagi Aidiladha, penuh kesyahduan  dan keberkatan ini.  Sesungguhnya perhimpunan kita ini adalah salah satu dari rangkaian perhimpunan raksasa dipadang arafah, salah satu dari cawangan perhimpunan agung di Masjidilharam Makkah al-Mukarammah.

 

Pada pagi  ini kaum muslimim dan muslimat, berduyun-duyun dengan perasaan gembira menuju kemasjid-masjid, kesurau-surau, musalla-musalla hatta kemarkaz-markaz tanpa mengira kedudukan, pangkat untuk berdiri rukuk`, sujud, bertakbir, bertasbih, bertahmid dan bertahlil hanyalah semata-mata membuktikan ketaatan kepada Allah subhaanahu wa ta’aala.

 

Dimula dengan hari ini dan selama tiga hari berikutnya pada hari-hari Tasyriq kita disunatkan melaungkan Takbir, Tahmid, Tasbih dan melaksanakan Ibadah qurban untuk mendekatkan diri kepada Allah subhaanahu wa ta’aala.

Keaadan ini berlaku diseluruh dunia, ianya melambangkan kesatuan umat Islam  yang menerima Allah subhaanahu wa ta’aala sebagai Tuhannya, Rasulullah sebagai ikutannya , al-Quran sebagai panduannya, dan jihad sebagai jalan hidupnya.  Inilah sebenarnya asas kesejahteraan hidup manusia .

 

Di dalam kita menyambut satu hari dari hari-hari kebesaran dalam Islam iaitu Idil Adha atau disebut juga hari raya korban, marilah kita mengambil kesempatan untuk bermuhasabah dan menilai diri kita sejauh manakah kita berpegang kepada ajaran-ajaran Islam didalam semua aspek kehidupan kita.

 

Adakah kita benar-benar menghayati setiap ibadah yang ditentukan kepada kita, atau ianya sekadar satu amalan yang diterima turun-temurun dari ibu bapa dan nenek moyang kita.

 

Ibadah yang dilakukan secara adat dan budaya tanpa memahami hakikat dan falsafah pengsyariatannya sebagaimana yang diperintahkan kepada kita oleh Allah subhaanahu wa ta’aala, akan menjadi sia-sia.

 

Persoalan Ini perlu dipertegaskan, termasuklah dua ibadah yang sedang dilakukan saat ini oleh umat Islam di seluruh dunia iaitu ibadah haji dan korban.

 

Menyahut seruan nabi Ibrahim a.s. bukan sahaja dalam mengerjakan haji dan menyembelih korban, bahkan apa yang lebih penting mengikut contoh tauladan baginda  a.s. Baginda adalah idola kepada umat Islam yang benar-benar menyerah diri kepada segala ketetapan Allah subhaanahu wa ta’aala yang ditentukannya .

 

Baginda nabi Ibrahim a.s. sentiasa mekar melaksanakan perntah Allah subhaanahu wa ta’aala dengan memperjuangkan serta menyebar Islam kepada semua manusia  agar tertegaknya kehidupan beragama dikalangan masyarakat.

 

Amaran yang amat keras Allah subhaanahu wa ta’aala terhadap hambanya yang mendiamkan diri dari memperjuangkan agamanya seperti mana terkandong didalam ayat berikut ;

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan.”  (Toha 124-126)

. الله أكبر  الله أكبر  الله أكبر   ولله الحمد .

.Saudara Muslimin dan Muslimat yang dirahmati sekelian !!

Zaman yang sedang kita jalani ini merupakan zaman yang sarat dengan fitnah. Banyak hadis Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mengenai fitnah di akhir zaman yang menggambarkan zaman yang sedang kita lalui saat ini. Inilah zaman ketika giliran kemenangan di dunia bukan berada di pihak ummat Islam. Ini merupakan zaman di mana Allah subhaanahu wa ta’aala menguji orang-orang beriman. Siapa di antara mereka yang mengekori kepada orang-orang kafir, siapa di antara mereka yang kental keimanannya dan bahkan rela berjihad di jalan Allah subhaanahu wa ta’aala hingga meraih kemuliaan mati sebagai syuhada’.

 Jika kamu (dalam peperangan Uhud) mendapat luka (tercedera), maka sesungguhnya kaum (musyrik yang mencerobohi kamu) itu telah (tercedera juga dan) mendaapat luka yang sama (dalam peperangan Badar). Dan demikian itulah keadaan hari-hari (dunia ini dengan peristiwa-peristiwa kemenangan atau kekalahan), kami gilirkan dia antara sesama manusia, (supaya menjadi pengajaran) dan supaya nyata apa yang diketahui Allah tentang orang-orang yang tetap beriman (dan yang sebaliknya), dan juga supaya Allah menjadikan sebahagian di antara kamu orang-orang yang mati Syahid. Dan (ingatlah), Allah tidak suka kepada orang-orang yang zalim.  (QS Ali Imran 140)

Dalam ayat di atas Allah subhaanahu wa ta’aala menegaskan bahawa adakalanya ummat Islam memperoleh kemenangan dalam medan peperangan namun adakalanya kaum musyrikin-kuffar yang menang. Ini merupakan perkara biasa dalam kehidupan di dunia yang fana.

Dunia merupakan tempat di mana segala keadaan berubah silih berganti, tidak ada yang tetap dan langgeng. Kadang manusia menang, kadang kalah. Kadang lapang, kadang sempit. Susah-senang, sihat-sakit, kaya-miskin, terang-gelap, siang-malam, berjaya-terpuruk semuanya silih berganti dan selalu bergiliran. Itulah dinamakan dunia.

Berbeza dengan di akhirat nanti. Manusia hanya punya satu dari dua pilihan keadaan. Pertama, ia mungkin hidup abadi dalam kesenangan hakiki di dalam surga Allah subhaanahu wa ta’aala. Atau sebaliknya, hidup kekal dalam penderitaan sejati di neraka Allah subhaanahu wa ta’aala.

Sedemikian kelamnya zaman yang sedang kita jalani dewasa ini sehingga Ulama menyebutnya sebagai zaman Sistem Dajjal sedang menguasai mumat islam . Ia mengatakan bahwa sejak runtuhnya Khalifah Islamiah Othmaniah diTurkii  terakhir -sekitar 90-an tahun yang lalu- dunia didominasi oleh pihak kuffar.

Perjalanan ummat manusia semakin menjauh dari nilai-nilai kenabian, ajaran Islam. Berbagai sisi kehidupan diarahkan oleh nilai-nilai kekufuran sehingga keadaannya saat ini sudah sangat kondusif untuk kedatangan fitnah paling dahsyat, yakni fitnah Dajjal.

Semenjak runtuhnya kekhalifahan terakhir, ummat Islam menjadi seperti anak-anak ayam kehilangan induk. Masing-masing negeri kaum muslimin mendirikan fahaman kebangsaan sendiri-sendiri, seraya meninggalkan dan menanggalkan ikatan aqidah serta akhlak Islam sebagai identiti  utama bangsa.

Akhirnya tidak ternilai bahwa ummat Islam yang jumlahnya di serata dunia mencapai bilangan satu setengah bilion lebih, tidak memiliki kewibawaan kerana mereka berpecah belah tidak bersatu sebagai suatu blok kekuataan yang unggul.

Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam sudah menyatakan bahawa akan muncul babak keempat perjalanan ummat Islam, yakni kepimpinan para Mulkan Jabriyyan (Raja-raja  atau pemerintah yang memaksa kehendaknya dituruti oleh rakyat ). Inilah babak yang sedang dilalui ummat  Islam dewasa ini.

Jangankan kaum muslimin memimpin dunia, bahkan mereka menjadi ummat yang diarahkan oleh ummat lainnya. Inilah babak paling kelam dalam sejarah Islam. Allah subhaanahu wa ta’aala gantikan kepimpinan dunia dari kaum mu’minin kepada kaum kafirin. Inilah zaman kita sekarang. Dunia dipenuhi dan sarat dengan fitnah. Nilai-nilai jahiliah moden mendominasi kehidupan. Para penguasa mengatur masyarakat bukan dengan bimbingan wahyu Ilahi, melainkan hawa nafsu peribadi dan kelompok mereka.

Ummat Islam lebih menyakini golongan berpendidikan Sekular daripada golongan ulama, ungkapan mereka lebih diyakini dari  tinta para ulamak, sedangkan telah jelas peringatan Allah subhaanahu wa ta’aala.  Padahal Allah berfirman ;

“Wahai orang yang beriman, jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidik (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara tidak diingini, dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menyebabkan kamu menyesali perkara yang kamu lakukan”        (Surah al-Hujurat: ayat 6)

Oleh kerana ini bila golongan Sekular diagungkan maka bermulalah babak tertegaknya Sistem Dajjal. Berbagai pola kehidupan ummat manusia diatur oleh Dajjalic values (nilai-nilai Dajjal).

Segenap urusan dunia kini dikelolai dengan nilai-nilai materialisme- (Kebendaan ) liberalisme (Agama adalah sama) sekularisme (Memisahkan agama dengan pemerentahan), baik politik, sosial, ekonomi, budaya, media, pertahanan-keamanan, tentera, polis bahkan keagamaan. Masyarakat kian dijauhkan dari pola pola kehidupan berdasarkan manhaj Kenabian.

Dalam bidang politik ummat dipaksa mengikuti budaya -tanpa rasa malu dan rasa takut kepada Allah subhaanahu wa ta’aala- di mana seorang manusia menawarkan dirinya menjadi pemimpin, bahkan dengan over-confident menyakini dirinya akan dipilih masyarakat. Rasuah didalam pemilihan jawatan ditukar namanya kepada politik wang.  Tuduh menuduh, diikuti dengan perbalahan, malah ada yang menabur setumpuk janji kepada rakyat jika mereka dipilih.  

Padahal Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda:

يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ لَا تَسْأَلْ الْإِمَارَةَ فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ أُكِلْتَ إِلَيْهَا وَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا

”Hai Abdurrahman, janganlah kamu meminta pangkat kedudukan! Apabila kamu diberi karena memintanya, maka hal itu akan menjadi suatu beban berat bagimu. Lain halnya apabila kamu diberi tanpa adanya permintaan darimu, maka kamu akan ditolong.”          (HR Muslim 9/343)

Sementara itu di bidang ekonomi dan kewangan ummat Islam dipaksa tunduk pada tiga polar setan, yaitu Bunga Bank , Wang Fiat dan Money Creation iaitu sistem yang memberi kekuasaan pada bank untuk melakukan proses penciptaan wang.

Padahal Islam memiliki konsep yang sangat baku tentang wang dan segala bentuk transaksi yang melibatkan wang. Bukan hanya sebatas teori tetapi blue print kewangan Islam memang pernah diwujudkan dalam bentuk nyata sejak masa awal ke-Khalifahan Islam dan terbukti hasilnya berupa kemakmuran bagi seluruh rakyat. Itulah yang diisyaratkan dalam Al-Qur’an sebagai dhzahab(emas) dan fidhdhoh(perak) dan secara empiris berupa dinar dan dirham. Suatu jenis mata wang yang memiliki intrinsic value serta aman dari inflasi.

Di bidang hukum ummat dipaksa tunduk pada nilai-nilai legal dan illegal berdasarkan hawa nafsu para penggubal undang-undang. Pesalah yang berprofail tinggi biasanya terselamat dari dikenakan hukuman, golongan rakyat biasa tidak terlepas dari hukuman.  Kita biasa menyaksikan suatu saat perilaku homoseksual dan lesbianisme (fanked) dicap illegal-haram namun pada lain waktu dianggap legal-halal. Padahal Allah berfirman:

Barangsiapa yang tidak berhukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (QS Al-Maidah 44).

Bahkan sistem Dajjal mengecap kebanyakan orang-orang beriman, pejuang yang menegaknya agama Allah subhaanahu wa ta’aala sebagai terrorist. (penganas) yang wajib diperangi.  Sheikh Osama Ladin diburu diserata dunia.

الله أكبر  الله أكبر  الله أكبر   ولله الحمد .

.Saudara Muslimin dan Muslimat yang dirahmati sekelian !!

 

Di bidang pertahanan keamanan ummat dipaksa tunduk pada konsep ashobiyyah (fanatisme kelompok). POLIS berbagai negara Umat Islam dewasa ini dibentuk untuk mempertahankan pemerintah dengan apa cara sekalipun.

Barangkali kini selain angkatan tentera Hamas di Palestin, tak ada satu pun kekuatan tentera yang dibentuk dengan cita-cita menegakkan kalimat Allah atau mati syahid. Kebanyakan prajurit tentera atau polis  modern menjadi badut jalur kepada ketuanya dalam memerangi pejuang-pejuang Islam. Mereka tidak pernah dibina untuk menjadi hamba Allah subhaanahu wa ta’aala sejati.

Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman akan jiwa mereka dan harta benda mereka dengan (balasan) bahawa mereka akan beroleh Syurga, (disebabkan) mereka berjuang pada jalan Allah maka (di antara) mereka ada yang membunuh dan terbunuh. (Balasan Syurga yang demikian ialah) sebagai janji yang benar yang ditetapkan oleh Allah di dalam (Kitab-kitab) Taurat dan Injil serta Al-Quran; dan siapakah lagi yang lebih menyempurnakan janjinya daripada Allah? Oleh itu, bergembiralah dengan jualan yang kamu jalankan jual-belinya itu, dan (ketahuilah bahawa) jual-beli (yang seperti itu) ialah kemenangan yang besar. (QS At-Taubah 111)

Seni dan budaya negara  telah menjadi industri syahwat. Produk di bidang ini yang bila dinikmati membawa manusia menjadi lebih jauh dari mengingat Allah subhaanahu wa ta’aala. Hampir semua filem yang dihidangkan pada dunia sebagai tontonan, nyanyian, tarian mahupun novel menyeret manusia kepada lupa terhadap Allah subhaanahu wa ta’aala.   Pemujaan artis telah menjadi-jadi malah mendahuli nafsu  syahwat tanpa memandang halal-haramnya.

Sungguh, nilai-nilai Dajjal (Dajjalic Values) telah mendominasi segenap inci kehidupan ummat manusia dewasa ini. Sistem Dajjal telah memperoleh kekuasaan yang cukup di seluruh dunia, sehingga begitu si Dajjal dikenali dan diakui, Dajjal (makhluk bermata satu) baisa langsung dinobatkan sebagai pimpinan yang dinanti-nanti sebagaimana diisyaratkan dalam the great seal yang tergambar di lembar wang satu dollar Amerika Syarikat.  

Sekaranglah saatnya kita bersikap dan memilih.

Apakah kita mahu mengikuti genderang tarian mengawetkan babak keempat-empat Sistem Dajjal ini?

Ataukah kita secara aktif mempersiapkan diri menyongsong babak kelima, yakni babak Khilafatun ‘ala Minhaj An-Nubuwwah (kekhalifahan mengikuti pola Kenabian) sebagaimana dinyatakan  Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam bakal menjadi babak lanjutan setelah babak penuh fitnah ini berlalu?

. الله أكبر  الله أكبر  الله أكبر   ولله الحمد .

.Saudara Muslimin dan Muslimat yang dirahmati sekelian !!

 

Dewasa ini kita melihat kebanyakan umat Islam tidak lagi mengerti konsep ubudiah yang sebenar kepada Allah subhaanahu wa ta’aala.  Ianya samaada berpunca dari kealpaan mereka sendiri, atau kerana tiada kemahuan untuk mendalami ajaran agama, atau berpunca dari serangan pemikiran yang dilancarkan oleh Dajjal.

Akibatnya, mereka membahagi – bahagikan ajaran agama.  Sebahagian dari ajaran Islam mereka kerjakan dan sebahagian yang lain mereka tolak dan menganggap ianya bukan daripada ajaran Islam.


Sembahyang, puasa, zakat dan haji dianggap ibadah yang mesti dan wajib ditunaikan.  Manakala urusan ekonomi , sosial , politik , memilih pemimpin dan melaksanakan undang-undang islam pada pandangan mereka tiada kena mengena dengan dosa pahala dan hari akhirat.

 

قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللهُ بِأَمْرِهِ وَاللهُ لاَيَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

 

Katakanlah:”Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai lebih daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik “. (QS.At Taubah : 9:24)

 

Pegangan seperti ini jelas bertentangan dengan nas Al Quranul Karim yang memerintahkan supaya orang-orang beriman,  menerima ajaran Islam keseluruhannya. Bahkan Allah Ta`ala menyatakan orang-orang yang menerima satu juzuk dari Islam dan menolak juzuk yang lain sebagai pengikut-pengikut syaitan.

 

 Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam agama Islam seluruhnya (dengan mematuhi segala hukum-hakamnya) dan jangan kamu menurut jejak langkah syaitan.Sesungguhnya syaitan itu musuh bagi kamu yang terang nyata”.  Al Baqarah 208

 

Demi masa depan ummah dan tanahair tercinta ini , malah demi masa depan kita bersama , marilah kita kembali dengan sehayun tangan dan selangkah kaki ke pangkuan agama suci ini, marilah kita mempertingkatkan perjuangan kita , melupakan pertentangan pendapat dikalangan kita, kerana  inilah jalan-jalan untuk menarik pertolongan Allah taala kearah kemenangan  jesteru hanya inilah jalan yang lurus , jalan yang membawa kita ke pintu syurga .

 

Dan Bahawa Sesungguhnya Inilah jalanKu (ugama Islam) Yang betul lurus, maka hendaklah kamu menurutnya; dan janganlah kamu menurut menurut jalan-jalan (yang lain dari Islam), kerana jalan-jalan (yang lain itu) mencerai-beraikan kamu dari jalan Allah, Dengan Yang demikian itulah Allah perintahkan kamu, supaya kamu bertaqwa.  ( Surah al – An a’am : Ayat 153 )

 

اللهُ أَكْبَرُ ×3  

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَِللهِ الْحَمْدُ

بَارَكَ الله لِي وَلَكُم  بِالْقُرْءآنِ العَظِيْم وَنَفَعَنِي وَإِيّاَكمْ  بِالآياَتِ  وَالذّكْرِ الحَكِيْم  وَتَقَبَّلَ  مِنّي وَمِنْكُمْ  تِلاَوَتَهُ  إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ  العَلِيْم.  أُوصِيْكُمْ عِبَادَ الله  وَإِيَّايَ بِتَقْوَى الله  فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْن  وَاَسْتَغْف الله  العَظِيْم  لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ  وَالْمُسْلِمَات  وَالْمُؤْمِنِيْنَ  وَالمُؤْمِنَاتِ  فَاسْتَغْفِرُوْه  فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ  وَيَا نَجَاةَ  التَّائِبِيْن

 

 
Tinggalkan komen

Posted by di 1 Disember 2008 in KHUTBAH PILIHAN

 

KJUTBAH – 2

خطبة عيد الأضحى1429 هـ (II)

 

 

اللهُ أَكْبَرُ ×7  اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْراً وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ و ِللهِ الْحَمْدُ

الحمد لله الواحدالاحد الفردالصمد  الذي لم يلد ولم يولد  ولم يكن له كفوا احد   اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له   واشهد ان محمد عبده ورسوله  اللهم صل وسلم وبارك على محمد  وعلى اله وصحبه  والتابعين ال يوم الدين .    

فَياَ أَيُّهاَ النَّاسُ: أُصِيْكُمْ وَإِياَّيَ بِتَقْوَى اللهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

 

الله أكبر  الله أكبر  الله أكبر   ولله الحمد .

.Saudara Muslimin dan Muslimat yang dirahmati sekelian !!

 

Marikan  kita rayakan idul adha ini dengan penuh rasa syukur dan ikhlas pada Allah SWT. Marilah kita agungkan kebesaran nya mengatasi kebesaran makhluk-makhluk lain dimuka bumi ini, kita diperintahkan untuk membesarkan nya  disetiap masa dan ketika bagi membuktikan kita sebagai hambanya.

 

لَا إِلهَ إِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Tiada Dzat yang berhak disembah melain-kan hanya Allah semata. Tiada sekutu bagi-Nya. Ia memiliki kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Ia Mahakuasa atas segala se-suatu.”

 

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu me-riwayatkan bahawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa mengucapkan di pagi hari, ‘La ilaha illallah wahdahu la syarika kalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir’, sebanyak sepuluh kali, maka Allah menulis sepuluh kebaikan untuknya dan menghapus sepuluh keburukan.

 

 وَإِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُون

Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Rabbmu, maka bertaqwalah kepada-Ku. (QS. Al-Mukminun :52)

 

Islam datang untuk menghapus eksistensi thaghut dalam segenap aspek, bentuk dan skalanya. Sehingga semua manusia menjadi hamba-hamba Allah ta’aala yang saling bersaudara, saling mencintai dan saling menghargai semata kerana Allah ta’aala. Namun, dalam sebuah masyarakat jahiliyyah thaghut-thaghut yang ada saling bersaing, saling menjatuhkan dan saling berlumba memperlihatkan kebesaran pengaruh massa dan kekayaan.

 

Kerana masyarakat orang beriman hanya mengagungkan, menghormati dan mencintai Allah ta’aala Yang Maha Esa dan Maha Tunggal di atas segala sesuatunya, maka masyarakat tersebut menjadi solid. Terpelihara kesatuan dan persatuannya kerana Allah ta’aala semata.

 

Masyarakat tersebut akan bergerak menuju cahaya yang terang. Sedangkan masyarakat jahiliyyah pasti menjadi masyarakat yang rapuh dan tercerai-berai, kerana di dalamnya terdapat banyak thaghut yang saling berebut pengaruh dan kekuasaan. Masyarakat tersebut pasti akan menuju kegelapan yang menghancurkan.

 

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آَمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Allah ta’aala Wali orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, wali-walinya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”             (QS Al-Baqarah ayat 257) 

الله أكبر  الله أكبر  الله أكبر   ولله الحمد .

.Saudara Muslimin dan Muslimat yang dirahmati sekelian !!

 

Marilah dipagi nan syahdu ini kita sama-sama memperbaharui perjanjian  untuk terus memperjuangkan agama Islam sehinga tertegaknya kalimah Allah Taala  dibumi ini, percayalah segala usaha yang kita curahkan akan diberi ganjaran yang mulia disisi Allah taala, walupun kita hanya memberi sokongan kepada para pejuang, walaupun kita tidak dapat bersama dibarisan hadapan perjuangan namun segala usaha yang dicurahkan sekemampuan kita memberi erti yang besar pada perjuangan Islam.

 

Kepada mereka yang mengalirkan darah-darah Qurban dihari ini dan hari-hari tasyrik berikutnya mendapat ganjaran yang setimpalnya disisi Allah taala.

 

مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللهِ فَقَدْ غَزَا، وَمَنْ خَلَّفَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللهِ فِي أَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا.

 

” Barang siapa mempersiapkan perbekalan orang yang berperang, berarti telah ikut berperang. Barangsiapa membiayai hidup keluarga orang yang berperang, berarti telah ikut berperang.”[1]

 

Dan marilah dipagi yang mulia ini kita tinggalkan golongan yang berjuang diatas dasar yang selain dari Islam , janganlah kita berserta dengan mereka, dikerana itu akan menjerumuskan kita dilembah kehinaan , larangan tersebut dijelaskan Allah taala didalam al-Quraan,

 

وَلا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطاً.

Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. 18, Al-Kahfi :28)

 

وَلاَتَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَالَكُم مِّن دُونِ اللهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ثُمَّ لاَتُنصَرُونَ

Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkanmu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tidak mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan. (QS. 11, Huud :113).

 

الله أكبر  الله أكبر  الله أكبر   ولله الحمد .

.Saudara Muslimin dan Muslimat yang dirahmati sekelian !!

 

Marilah kita tutupi khutbah dipagi Nan syahdu ini dengan kita sama-sama memanjatkan doa, memohon kepada Allah SWT, yang maha pemurah dan maha penyayang kerana hanya Dialah yang maha pengabul maaf di atas segala dosa-dosa hambanya yang bertaubat.

 

Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni`mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (Al Ahqaf : 15)

 

Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”. (Ibrahim : 41)

  

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيـَّتِـنَا قُرَّةَ أَعْـيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

 

Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al Furqan : 74)

 

Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, “Dan jadikanlah bagiku, seorang penyokong dari keluargaku.  (Thaaha : 25-29)

 

انَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ  وَعَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَمَنْ دَعَا إِلَى اللهِ بِدَعْوَةِ اْلإِسْلاَمِ   وَمَنْ تَمَسَّكَ بِسُنَّةِ رَسُوْلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحسْاَنٍ اِلى يَوْمِ الدِّيْنِ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ  إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ

 اللهم اصلح ائمتنا وولاة امورنا . اللهم اجعل ولا يتنا فيمن خافك واتقاك يارب العالمين. اللهم انصر الاسلام والمسلمين واذل الشرك والمشركين   والكفر والكافرين  والنفاق والمنافقين والظلم والظالمين وانصرنا على هؤلاء  الذين يوعدوننا ويصدوننا عن سبيل الله .

اللهم دمر الكفرة والمنافقين  واهلك اعداءك اعداء الدين. اللهم انا نجعلك في نحورهم ,  ونعوذ بك من شرورهم ,  اللهم رد كيدهم على نحورهم , اللهم بدد شملهم   وفرق جمعهم   وشتت كلمتهم وزلزل اقدا مهم  وسلط عليهم كلبا من كلابك, يا قهار يا حبار  يا منتقيم,  يا الله,  يا الله, يا الله

 اللهم يا منزل الكتاب ويا مجري السحاب ويا هازم الاخزاب اهزمهم وانصرنا عليهم .

 اَللَّهُمَّ سَلِّمْنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ سَلِّمْ إِخْوَانَنَا فِي فَلِسْطِيْنَ، اَللَّهُمَّ سَلِّمْ إِخْوَانَنَا فِي الْبُسْنَةْ،  اَللَّهُمَّ سَلِّمْ إِخْوَانَنَا فِي كَشْمِيْرَ، اَللَّهُمَّ سَلِّمْ  إِخْوَانَنَا فِي الْهِنْدِ، اَللَّهُمَّ سَلِّمْ  إِخْوَانَنَا فِي الشَيْشَان، اَللَّهُمَّ سَلِّمْ إِخْوَانَنَا فِي الصِّيْنِ،  اَللَّهُمَّ سَلِّمْ إِخْوَانَنَا فِي فِيْلِبِيْنَ، اَللَّهُمَّ سَلِّمْ إِخْوَانَنَا فِي اَمْبُوْنَ، اَللَّهُمَّ سَلِّمْ إِخْوَانَنَا فِي إِنْدُوْنِيْسِيَّا، اَللَّهُمَّ سَلِّمْ إِخْوَانَنَا فِي سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ،

ربنا ءاتنا فى الدنيا حسنة وفى الاءخرة حسنة وقنا عذاب النار .

وصلى الله على سيدان محمد وعلى ءاله وصحبه اءجمعين . والحمدلله رب

العالمين .    عباد الله

ان الله ياء مر بالعدل والاء حسان   وايتاء ذى القرب وينهى عن الفحشاء

والمنكر والبغى ,  يعيظكم لعلكم تذكرون   فاذكرواالله العظيم   يذكركم

واشكروه على نعمه يزدكم   واسئلوهمن فضله يعطكم   ولذكر الله اكبر .

 

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ

 

 
Tinggalkan komen

Posted by di 1 Disember 2008 in KHUTBAH PILIHAN

 

Maklumat Penting Khutbah IudulFitri 1429H

Maklumat Penting Khutbah IudulFitri 1429H

Oleh : Dato’ Seri Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang


الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر, الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر , الله أكبر , ولله الحمد .الحمد لله نحمده ونستعينه ونستهديه ونستغفره  , ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا , من يهد الله فلا مضل له , ومن يضلل فلا هادي له .  أشهد أن لا إله الله وحده لا شريك له , وأشهد أن محمدا عبده ورسوله .

اللهم صل وسلم وبارك على حبيبنا وشفيعنا محمد , أشرف الأنباء والمرسلين , وعلى اله وصحبه أجمعين , والتابعين بإحسان إلى يوم الدين .  فيا عباد الله ! , اتقوا الله , وتزودوا فإن خير الزاد التقوى , فقد فاز المتقون .

واهي همب- همب الله ! برتقواله كفد الله , دان جاريله بكالن , مك سبأيك- بأيك بكالن ايت اياله برتقوى , مك برجاياله اورغ- اورغ يغبرتقوى .  ستله سلسي منونايكن عبادة فواس سبولن رمضان , هاري اين كيت ميمبوت هاريراي دغن برسوكريا . افبيل كيت بركمبيرا دهاري اين , جاغن سكالي- كالي كيت لوفا  مغهارفكن فواس يغ كيت تونايكن دالم ماس سبولن تله برجاي دان دتريما اوله الله دغن فهلا يغ بسر

Dowload Khutbah
doc fail
pdf fail

 
Tinggalkan komen

Posted by di 22 September 2008 in KHUTBAH PILIHAN

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 33 other followers